[REVIEW] Pratista Derma Pure Cream

By sausan - September 17, 2020

Hello, everyone!

Akhirnya aku kembali nulis review tentang skincare lokal lagi setelah beberapa post di Instagramku ngebahas tentang skincare Korea. Kali ini aku akan share pengalamanku pakai skincare lokal asli Indonesia yang namanya Pratista.

Special thanks to the Pratista team for sending me this product.

Ini adalah salah satu produk terbarunya Pratista yang bulan Juni lalu baru dilaunching bernama Derma Pure Cream. Sesuai sama klaimnya, cream ini berfungsi sebagai anti acne dan lightening agent yang dapat membantu melindungi dan merawat kulit wajah yang berjerawat serta membantu mencerahkan kulit.

Derma Pure Cream ini mengandung AHA sebesar 4.81%, exfoliating agent yang dipakai adalah Glycolic Acid dan Lactic Acid. Selain itu, ada juga Chamomilla Recutita Flower Extract sebagai antioksidan dan Glycerin sebagai moisturizer. Karena ada kandungan exfoliating agent, kita harus memakai sunscreen yang cukup minimal SPF 15.


Komposisi:

Aqua, Glycerin, Dimethicone, Glycolic Acid, Methyl Phenyl Siloxane, Lactic Acid, Butylene Glycol, Arachidyl Alcohol, Galactosyl Salicylate, Phenyl Trimethicone, Spiraea Ulmaria Extract, Cetyl Alcohol, Glyceryl Stearate, PEG-75 Stearate, Ceteth-20, Steareth-20, Behenyl Alcohol, Arachidyl Glucoside, Glucose, Propanediol, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Myristyl Alcohol, PCA, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, Laureth-7, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Disodium EDTA, BHT, Bisabolol, Propylene Glycol, Chamomilla Recutita Flower Extract, Sodium Benzoate, Sorbic Acid, Potassium Sorbate, Methylparaben, Dipotassium Glycyrrhizatem, Parfum.

Cream ini dikemas di jar plastik yang ringan dan isinya ada 12.5 gram. Ada aroma yang lembut banget mirip baby powder waktu diendus dari jarnya, tapi aromanya nggak tercium waktu diaplikasikan ke wajah.  

 

Aku pakai Derma Pure Cream ini setiap 2 hari sekali waktu malam di step terakhir skincare, cukup tipis-tipis aja ke seluruh wajah karena kalau kebanyakan bisa bikin kulitku greasy. Teksturnya mirip kayak balm berwarna putih tapi lumayan gampang diratakan. Ada rasa licinnya setelah dibilas di pagi hari. Bahkan setelah kalian selesai aplikasikan ke wajah pakai tangan dan setelah itu langsung dicuci, akan terasa banget licinnya.


Karena ada kandungan exfoliating agent, cream ini bisa menimbulkan purging. Tapi balik lagi ke kondisi kolit masing-masing ya. Aku sendiri nggak merasakan purging di awal-awal pakai produk ini. Meskipun nggak purging, aku tetap pakai cream ini sekitar 2 atau 3 kali seminggu dulu di awal pemakaian biar kulit bisa beradaptasi.

Efek yang paling aku rasain adalah kulitku jadi halus, membantu jerawat lebih cepat kering dan bekas jerawat yang lama sedikit lebih pudar. Untuk komedo aku rasa belum ada efek apa-apa. Di foto before after, beforenya foto tanggal 5 Juli dan afternya 12 Juli. Aku juga sempat ada cystic acne di dahi dan jadi membaik setelah cream ini aku pakai sebagai spot treatment selama beberapa hari berturut-turut. 



Anyway, ini juga exfoliating cream pertamaku. Sebelumnya aku cuma pakai exfoliating toner dengan kandungan exfoliating agent yang rendah. And thankfully kulitku bisa menerima produk ini dengan baik dan nggak menimbulkan efek negatif sama sekali.

Kalau kalian tertarik dengan produk ini atau produk Pratista yang lain (mereka punya banyak banget produk yang bisa disesuaikan dengan masalah kulit masing-masing), kalian bisa langsung konsultasi melalui Instagram, website, atau melalui whatsapp. Bisa langsung cek ke instagram mereka yaitu pratista.official  atau kalian bisa langsung klik disini. Aku jamin adminnya akan menerima konsultasi sampai selesai.



Jangan lupa follow blog ini biar kalian nggak ketinggalan post terbaru aku ya, boleh juga ke instagram aku: sansblogHit me up!

See you on my next post!

Cheers!



Disclaimer: these products are kindly gifted by the brand but all the opinions are mine. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar